Gober Sakau, Karena Cimeng (Istilah-Istilah Dunia Zat Terlarang)

Dunia zat terlarang dipenuhi istilah aneh. Ketika ekstasi (sering disingkat XTC) mewabah, dengan cepat muncul istilah baru, inex yang merupakan kata bentukan ex yang dipanjangkan dengan sisipan in. Ada pula yang menyebutnya singkat, I, tak serumit jenisnya yang banyak beredar: apple, pink lady, Paman Gober, butterfly, dsb.
Putau (ada juga yang menuliskan putauw dengan singkatan PTW) memang sekadar penyederhanaan istilah hasil rekaan para pedagang, agar heroin (sering disebut hero saja) tak kelewat menyeramkan. Identifikasi terhadap bendanya sering dipakai istilah “bedak” walaupun ada juga yang dipadatkan dalam bentuk potongan kertas isap dan dijual dengan nama El Cid. Kemudian muncul istilah sakau untuk menggambarkan rasa sakit saat ketagihan akibat lepasnya zat. Pada tingkat parah, istilah umumnya adalah hard core.
Gelek adalah julukan bagi ganja sejak lama. Beberapa tahun belakangan, anak muda acap menyebutnya cimeng atau cimenk, dan tidak sedikit yang menamakannya “rumput” sebagai terjemahan bebas dari grass. Tahun 1970-an ganja tipe BS sudah muncul, namun kini kembali jadi trend. Ganja yang berasal dari segitiga emas Asia Tenggara ini diakui lebih hebat dari ganja lokal.
Shabu adalah nama di beberapa negara Asia untuk menunjuk sejenis methamfetamin. Nama jalanan yang dikenal internasional adalah speed, meth, atau ice. Sangat banyak orang yang salah menyebutnya menjadi shabu-shabu atau SS, rupanya karena dikacaukan dengan nama masakan ala Jepang.
Putau atau Shabu yang dikonsumsi lewat cara bakar istilahnya di-drug atau dregi. Ketika bereaksi, istilahnya high, fly, atau on untuk ekstasi.
Jika istilah BD dipakai untuk menyebut bandar, pengecer skala kecil disebut gou. Karena harga barang relatif mahal, pemakai sering membeli secara patungan, istilahnya “PT-PT” (baca:pete-pete). Di tingkat ini sering diperdagangkan bungkusan pahe atau paket hemat 0,1 – 0,5 g. Ada pemakai putau yang sakau, dirayu pedagang untuk menghilangkan rasa sakitnya dengan shabu. Ia pun ber-alih profesi menjadi konsumen shabu. Karena kenyataannya memang tidak sembuh, malah menjadi ketergantungan.
Setelah mengetahuinya, apakah Anda tetap mau terus atau tidak? Untuk orang tua dimohon untuk memonitor anak-anaknya supaya jangan masuk ke dalam lembah hitam tersebut. Sering-seringlah makan malam bersama keluarga. Dengan makan malam bersama kita bisa sharing masalah-masalah yang berat di semua anggota keluarga.

(Intisari,Sep,1998)

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: